Adalah Bapak Dimansyah ( Ki Dalang Diman ) sebagai penerus Dalang Tulur yang berdomisili di Pantai Hambawang Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah hingga sekarang masih menekuni kesehariannya sebagai seorang dalang senior dari garis keturunan Dalang Tulur, Bapak Dimansyah tetap intens membina Sanggar ASAM RIMBUN bersama anak pertama beliau bernama Syaputra, ditangan Syaputra (0852 4875 8158) inilah maju mundurnya geliat aktivitas di dalam sanggar dapat terukur sebagai pembuktian darah seni itu bahwa nyata ada. Sosok Syaputra terlihat lebih dinamis dan sangat potensial dalam hal berkesenian, kecuali alat sound system yang tidak bisa di buat oleh Syaputra, selebihnya alat instrumens yang di gunakan Sanggar ASAM RIMBUN adalah hasil mahakarya seorang pemuda berdarah seni bernama Syaputra, alat instrumens tersebut bisa terlihat dari beberapa yang kani lihat beberapa waktu lalu diantaranya adalah :
Sederet alat instrumens seperti gendang (babun) berbagai type hasil karya tangan Syaputra (0852 4875 8158), bersama alat alat inilah Sanggar "Asam Rimbun" selalu menjadi tujuan hajatan & pergelaran masyarakat dalam dan luar Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan.
Karya apik Syaputra yang dengan tekun membuat wayang kulit, baik untuk keperluan sanggar yang di binanya atau permintaan dari orang lain, ini membuktikan bahwa Syaputra (0852 4875 8158) adalah seorang yang potensial dalam hal berkesenian daerah.
Salah satu Gong (Agung) bikinan tangan seorang sosok bernama Syaputra (0852 4875 8158), anak dari Dalang Senior Bapak Dimansyah yang bertempat tinggal di Pantai Hambawang Kec.labuan Amas Selatan Kab.Hulu Sungai Tengah Prov.Kalimantan Selatan.
Sarun sebagai instrumens pengiring dalam aktivitas Sanggar "Asam Rimbun" yang lebih banyak dikendalikan oleh seorang pemuda kreatif bernama Syaputra (0852 4875 8158) Bahkan Syaputra pada tahun 2008 tampil di Yogyakarta sebagai peserta eksebishi dalam FESTIVAL WAYANG INDONESIA TINGKAT NASIONAL ke 2. Piagam Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa talenta seorang Syaputra (0852 4875 8158) telah diakui secara Nasional
Sanggar "Asam Rimbun" biasanya dapat memenuhi hajatan tuan rumah berupa kesenian Kuntau, Wayang Gung, Kuda Kepang, Wayang Kulit, Mamanda dan bahkan Musik Panting. Syaputra Contact Person (0852 4875 8158)
Tiga buah Panting hasil buatan tangan Syaputra (0852 4875 8158) yang selalu siap melaksanakan hajatan tuan rumah, untuk tampil memenuhi undangan.
Sosok seorang Syaputra yang begitu terbuka dan penuh kesederhanaan. Saat ini sangat memerlukan support nyata baik dari Pemerintah maupun pihak swasta dalam hal pengembangan sekaligus mempertahankan kebudayaan daerah dalam hal kesenian tradisional Banjar. Sanggar "Asam Rimbun" dalam hal memajukan kesenian daerah tidak pernah sama sekali meminta ataupun diberi bantuan berupa financial/budget maupun berupa peralatan/sound system untuk menunjang kemajuan perkembangan kesenian daerah Banjar di Bumi Lambung Mangkurat dan Nusantara Tercinta (mr)
Karya apik Syaputra yang dengan tekun membuat wayang kulit, baik untuk keperluan sanggar yang di binanya atau permintaan dari orang lain, ini membuktikan bahwa Syaputra (0852 4875 8158) adalah seorang yang potensial dalam hal berkesenian daerah.
Salah satu Gong (Agung) bikinan tangan seorang sosok bernama Syaputra (0852 4875 8158), anak dari Dalang Senior Bapak Dimansyah yang bertempat tinggal di Pantai Hambawang Kec.labuan Amas Selatan Kab.Hulu Sungai Tengah Prov.Kalimantan Selatan.
Sarun sebagai instrumens pengiring dalam aktivitas Sanggar "Asam Rimbun" yang lebih banyak dikendalikan oleh seorang pemuda kreatif bernama Syaputra (0852 4875 8158) Bahkan Syaputra pada tahun 2008 tampil di Yogyakarta sebagai peserta eksebishi dalam FESTIVAL WAYANG INDONESIA TINGKAT NASIONAL ke 2. Piagam Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa talenta seorang Syaputra (0852 4875 8158) telah diakui secara Nasional
Tiga buah Panting hasil buatan tangan Syaputra (0852 4875 8158) yang selalu siap melaksanakan hajatan tuan rumah, untuk tampil memenuhi undangan.
Sosok seorang Syaputra yang begitu terbuka dan penuh kesederhanaan. Saat ini sangat memerlukan support nyata baik dari Pemerintah maupun pihak swasta dalam hal pengembangan sekaligus mempertahankan kebudayaan daerah dalam hal kesenian tradisional Banjar. Sanggar "Asam Rimbun" dalam hal memajukan kesenian daerah tidak pernah sama sekali meminta ataupun diberi bantuan berupa financial/budget maupun berupa peralatan/sound system untuk menunjang kemajuan perkembangan kesenian daerah Banjar di Bumi Lambung Mangkurat dan Nusantara Tercinta (mr)







